Suatu kali aku dan temanku ngobrol di salah satu coffe shop. Ceritanya kita lg ngomongin soal pencarian pasangan gitu deh. Nah, dia tanya soal pendapatku mengenai pasangan. Aku bilang, seperti memilih sebuah sepatu. Kenapa ya? Kenapa, memilih pasangan itu seperti memilih sebuah sepatu? Aku juga heran, tapi saat itu kalimat "sepatu" itu muncul gitu aja di pikiranku. Malah aku bisa menjelaskannya pula, entah darimana asalnya pemikiran itu.
Jadi, memilih pasangan itu seperti melihat sepatu yang akan kita pakai, tentunya harus nyaman dong...Iya ga? Terus, selain nyaman, kita juga harus suka sama modelnya. iya ga sih? Apalagi cewek, hmm..liat barang lucu dikit, langsung komentar "Ih...lucu banget!!" Terus, harganya! Kalo bisa nih, dapet barang yang bagus, yang di suka, dan harganya murah! Yah kalo soal harga sih, tiap-tiap orang punya penilaian sendiri sih, cuma yah...siapa sih yang mau bayar mahal, kalau ada yg lebih murah dengan kualitas yg lebih kurang sama. Nah, demikian juga kalau mau beli sesuatu. Kalau sepatunya bagus, harganya cocok, tapi enggak nyaman di pakai, apa kamu mau membelinya? Kalau aku sih enggak mau. Untuk apa? Mungkin kamu cuma suka wajahnya, penampilannya, body nya? Udah oke lah, sama-sama suka pula..(harganya cocok dehhh), tapi ternyata setelah melewati masa pertemanan, ada hal-hal yang membuat kamu tidak nyaman. So, untuk apa kemudian kamu membelinya. Bilang "deal" untuk sesuatu yang kamu tahu itu tidak nyaman. Itu sih sama aja dengan nyiksa diri.
Yang kedua, sepatunya sih oke, nyaman di pakai, tapi harganya mahal banget! Yah, enggak bisa di beli dong?? Ya udah, kumpulin duit aja dulu, baru deh beli. Hm, udah keburu di beli orang dong...Nah, ini sama juga deh, kamu kenal sama dia, mungkin jg deket sama dia, trus kebetulan nih, kamu suka banget sama dia, pokoknya kriteria kamu banget dehhh, tapi sayangnya dia gak suka sama kamu. Dia cuma anggap kamu temen, padahal kamu mau "membeli" dia, tapi kamu enggak mampu. Mungkin kamu akan mengerahkan segala daya dan upaya kamu untuk meraih hatinya, tapi..emang dasar dia cuma anggap temen, yah mau gimana lagi?
Berikutnya, sepatu nyaman, harga oke, tapi kamu gak suka sama modelnya. Gimana dong? Tetep mau beli, atau....cari yg modelnya kamu suka aja? Kalo yang ini mungkin semua udah pada ngerti yah. iya...kamu nyaman kalo ngobrol sama dia, cocok temenan sama dia, dan sepertinya dia punya respon yang baik sama kamu, dan kalian punya kesempatan untuk pertemanan yang lebih dalam lagi. Tapi, dia bukan tipe kamu. Kalau sampai kalian bareng, "apa kata dunia" ? Mungkin itu yang ada di dalam pikiran kamu. Tapi, sekali lagi itu pilihan. Soalnya kamu perlu sepatu untuk melindungi kaki kamu, supaya saat kamu jalan di atas aspal, kaki mu enggak kepanasan, enggak kotor. Kamu perlu sepatu yang nyaman atau yang bagus untuk menghadiri pesta pernikahan temanmu? Atau kamu hanya perlu sepatu yang biasa saja, yang penting kamu bisa berjalan dengan nyaman dan kakimu bisa terlindung dari panas. Yang penting, kamu punya sepatu, daripada enggak punya sama sekali! Atau, lebih baik kamu bersandal ria dulu deh, sampai kamu bisa ketemu sepatu yang "pas".
Ya,itu semua adalah pilihan. Ketika akhirnya kamu tidak memilih apapun, itu juga merupakan suatu pilihan.

No comments:
Post a Comment