November 01, 2010

Singapore trip 21-25 Oct 2010






Tanggal 21-25 Oktober adalah perjalanan saya yang ke-3 kalinya berkunjung ke negeri Singapura. Tapi, kali ini hanya ber-2 saja dengan salah seorang teman.
Tidak ada yang berbeda, semuanya tampak sama, kecuali kali ini saya pergi ke Universal Studio Singapore, yang baru di buka awal tahun 2010 dan nonton pagelaran sirkus Voyage de Lavie.
Harga tiket USS kami beli seharga SGD 60 di salah satu travel di Jakarta (kalau beli langsung di USS, harga normalnya SGD 66)
Harga tiket nonton Voyage de Lavie, juga kami beli dari Jakarta seharga SGD 109, juga lebih murah dari harga normal (lupa euy harga normalnya, soalnya ada banyak kelas :p )

Tanggal 21 malam, tiba di Singapura sore hari, malamnya langsung berangkat nonton sirkus Voyage de Lavie. Lumayan, dapet di tengah baris ke 4 dari bangku terdepan. Menariknya lagi, kami ketemu presenter Sarah Sechan yang ikutan nonton dan duduknya cuma beda 1 baris dari tempat kami duduk. Tadinya mo minta poto bareng, tapi rasanya tidak leluasa mengingat Sarah datang bersama suami dan anaknya ^^

Acara awal di awali dengan sandiwara sulap oleh beberapa orang bule, menariknya lagi mereka tidak hanya diam di atas panggung tapi ikut masuk ke dalam barisan penonton dan mengajak peonton ikut berinteraksi secara langsung.
Yang di lakukan adalah sulap standar, seperti mengeluarkan barang-barang yang ada dalam sebuah topi.
Kemudian, di lanjutkan dengan nyanyian dan tarian yang menurut saya pribadi sangat menarik, di iringi dancer yang cantik dan lincah bergoyang dan berayun di tiang-tiang yang tinggi, sampai akhirnya muncul seorang anak laki-laki yang tubuhnya sangat lentur, kemudian muncul magician yang mempergakan tubuh yang terbelah dua, penari yang bisa berayun di ketinggian hampir 10 meter, yang meloncat kesana kemari. Tetap di iringi dengan nyanyian dan tarian yang selalu menjadi bagian dari acara ini.
So far, menurut penilaian saya pribadi, cukup bagus. Untuk ticket seharga SGD 109, OK lah. Tapi, tenang dulu, buat yang mau nonton ada kok tiket yang lebih murah, tinggal pilih mau duduk paling depan atau belakang.

Hari ke-2, tanggal 22 Oktober perjalanan dilanjutkan kembali ke Sentosa island, kali ini menuju Universal Studi Singapore. Dengan tiket seharga SGD 60, kami dapat voucher meal SGD 5 dan voucher souvenir SGD 5. Yah, lumayan lah..hitung-hitung tiketnya berarti SGD 50. Kalau di hitung rupiah sekitar Rp. 430.000. Hm..mahal juga yah, apalagi banyak yang bilang USS itu lebih kecil daripada Dunia Fantasi.
Masuk pintu gerbang, di sepanjang jalan kiri dan kanan terdapat banyak bangunan untuk sekadar kita berfoto-foto atau membeli souvenir. Atau kalau lagi beruntung bisa ketemu tokoh-tokoh USS yang bisa di ajak pose bersama.
Bicara wahana permainan, memang jika di bandingkan dengan Dunia Fantasi, jujur lebih banyak Dufan ^^
Untuk atraksi panggung yang saya tonton hanya monster rock dan water world, jujur saya lebih suka Disneyland (sejauh ini yg baru saya datangi adalah Disneyland Hongkong), ada juga pertunjukan 4D yang menurut saya juga lebih bagus Disneyland :p
Yang saya suka di USS adalah bangunan-bangunannya yang sangat menarik seperti lagi di Amerika sana, tapi untuk lahannya..yah memang tidak seluas Dufan & Disneyland. Masuk jam 10.00, jam 17.00 saya sudah bosan banget, langsung keluar dari tempat tersebut, di karenakan sudah muter 3x !
Oya, yang enaknya sih di USS ini kita ga bakal kehausan, karena ada air minum yang bisa kita ambil secara gratis.
Keluar dr USS saya main-main ke Imbiah dan Siloso beach. Hehe, baru pertama kali ke Siloso, duh...biasa banget yah ternyata pantainya. Sepi dan terkesan gak alami :p
Lanjut lagi masuk ke dalam casino. Besar banget tempatnya. Untuk foreign & local tempat mainnya di pisah. Trus kayaknya banyak deh orang Indo dan orang Cina yang main di sana, orang India agak sedikit. Sayang banget deh di pikir-pikir kenapa Indo tidak melegalkan kasino. Kan, lumayan juga bisa nambah devisa dan membuka lapangan pekerjaan. Oya, saya masuk ke sana cuma buat nyobain orange juice dan milo nya secara gratis. Hehehe...

Hari ke-3 tanggal 23 Oktober jalan ke Bugis dan terdampar di sana karena hujan deras, lalu setelah reda kami lanjutkan perjalanan ke Orchard

Hari ke-4 tanggal 24 Oktober jalan ke Mustafa. Nah ini baru pertama kalinya saya ke Mustafa. Tadinya saya kira Mustafa ini adalah pasar malam-nya Singapura yang buka 24 jam. Eh, ternyata itu adalah sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar. Apa aja di jual di sana layaknya supermarket. Tapi, ada yang beda, mereka juga menjual perhiasan, jam tangan, parfum, kosmetik, obat-obatan, pakaian, tas, mainan, pokoknya semuanya ada di sana. Hebat!!
Pulang dari Mustafa, balik ke hotel (kebetulan jarak hotel ke Mustafa center tidak jauh), beres-beres barang lalu ke China town dan ke Marina bay melihat-lihat patung singa. Trus mampir sebentar ke Lau pa sat yang saya kira adalah pasar malam, eh ternyata cuma food court yang segede-gede gaban :D

Hari ke-5, time to go home.........bye bye Singapore. Pingin pergi lagi,...belum puas ngiterin Bugis, China town, dan Mustafa. Trus belum ke Clark Quay :p



March 11, 2010

Mencari pasangan ?

Perlukah kita mencari pasangan? Biarlah di jawab dalam hati saja.
Hari ini baru saja membaca artikel di jawaban.com, tentang gadis dispenser. Ini merupakan cerita pengalaman seorang pria dalam pergumulannya mencari seorang pendamping hidup, yang akhirnya menginspirasi saya untuk membuat artikel ini. ^_^

Kutipan cerita pria itu adalah seperti ini:
"Beberapa tahun lalu, ketika saya sedang putus asa mencari ar, maksudnya mencari istri, saya membaca sebuah kisah tentang Abraham yang mengutus pembantunya pergi untuk mencarikan anaknya seorang istri. Pembantu Abraham pergi ke sebuah sumur, tempat wanita-wanita setempat biasa mengambil air setiap hari. Disana dia mulai berdoa. Dalam doanya dia meminta agar bertemu dengan seorang wanita yang mau memberi dia dan unta-untanyanya minum. Jika ada, maka pastilah ia wanita yang tepat. Belum selesai doanya, datanglah Ribka, menawarkan air untuknya. Benar-benar wanita sempurna yang memenuhi kategori dalam doanya,. Maka jadilah Ribka sebagai istri Ishak, anak Abraham. Kisah itu membuat saya berpikir selama beberapa waktu, mungkin tidak ya, kisah itu terjadi dalam hidup saya......." (baca selengkapnya di http://www.jawaban.com/news/relationship/detail.php?id_news=070704193456)

Singkat cerita, akhirnya ia mengalami peristiwa yah boleh di katakan mirip dengan cerita Abraham yang tengah mencarikan istri untuk Ishak anaknya, hanya bedanya pria ini menemukan sendiri jodohnya dengan perantara dispenser. Gara-gara kehausan dan sang gadis membantunya mengambilkan air minum dari sebuah dispenser, jadilah akhirnya mereka sekarangmenjadi sepasang suami istri. Menarik yah?

Kenapa berpasangan? Karena dari awal, Tuhan sudah menciptakan kita berpasangan. Waktu Tuhan menciptakan Adam, Ia melihat bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:18), akhirnya Tuhan membentuk segala binatang hutan dan segala burung di udara dan memperlihatkan kepada manusia itu untuk menamai mereka, namun manusia itu melihat tidak ada yang sepadan dengannya (Kej 2:19-20)
Nah,.....berarti jelas dong, kalau manusia itu tidaklah sepadan dengan hewan. Jadi, kalau ada kejadian-kejadian aneh seperti ada manusia yang berhubungan dengan hewan, hmm..........rendah sekali manusia itu, karena ia telah mensejajarkan dirinya dengan hewan.

Karena itu pada saat manusia itu tidur, Tuhan mengambil rusuk manusia itu dan dari rusuk yang di ambil TUHAN Allah dari manusia itu, di bangunNya lah seorang perempuan lalu di bawaNya kepada manusia itu . Lalu berkatalah manusia itu: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku, ia akan di namai perempuan sebab ia di ambil dari laki-laki (Kej 21-23)
Lihatlah bagaimana Tuhan menciptakan seorang perempuan, kenapa saat manusia itu tertidur? Kenapa tidak pada saat si manusia itu dalam keadaan sadar? Saya percaya, saat Tuhan menciptakan perempuan, Ia membutuhkan konsentrasi khusus. Mungkin inilah jawabannya kenapa sih seorang perempuan itu begitu perasa, tapi bisa juga bersikap tegas dan berani? Karena Tuhan menciptakan dari tulang rusuk laki-laki dan dengan waktu yang khusus
, itulah mengapa ia di namai perempuan.

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya , sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24)
Sedari awal ternyata Tuhan telah merancang setiap dari kita untuk berpasangan. Yaitu laki-laki dan perempuan untuk bersatu menjadi satu daging.

Jadi, perlukah mencari pasangan hidup dan menikah? Banyak pria yang gencar melakukan pendekatan ke wanita, kalau bisa semua yang dia kenal di deketin, haha....ada juga wanita yang di suka sama pria eh tapi wanitanya gak suka, tapi sebenarnya udah di kejar date line-nih, kalo kata orang..."udah jatuh tempo", hahaha.... Nah loh? Gimana dong, apa terima aja?

Jadi, perlukah ?? Atau hanya 'merasa' perlu ? Atau 'terpaksa' perlu?




January 31, 2009

Sesuatu tidak kelihatan sebagaimana adanya

Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya.
Keluarga itu
sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya.

Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.
Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yg lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak.
Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.
Ketika malaikat yg lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu, malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah. Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai, petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.

Ketika matahari terbit keesokan harinya, malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.

Malaikat yg lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yg lebih tua, "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yg pertama memiliki segalanya, tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yg retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?"

Malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."


"Ketika kita bermalam di basement, aku melihat ada emas tersimpan di lubang dlm dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya, aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu."

"Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya. Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."

Kadang2 itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi.

Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita.

Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba.



January 13, 2009

Smilee

Sedikit corat-coret niech....
Have a nice reading :)

Tersenyum seperti orang yang sedang jatuh cinta,
walaupun hati bermandikan air mata

Tertawa seperti orang yang lagi mendengar cerita yang sangat lucu,
walaupun hati tengah terhujam panah

Bersorak seperti orang yang dapat hadiah undian,
walaupun masalah menari-nari di depanmu

Ketika sedang bersedih, menangislah
Tapi, jangan sampai terlena dengan air mata
Jangan sampai terus terkungkung dalam kesedihan
Menangis sewajarnya, bersedih sewajarnya
Percayalah, bahwa kebahagiaan dan sukacita sedang menunggu
Karena di mana ada kesedihan di situ pasti ada kebahagiaan

Ketika sedang sakit hati
Marah, kesal dan benci mulai berdiam di hati
Stop! Jangan berikan tempat yang nyaman buat mereka
Boleh marah, boleh kesal, boleh benci
Tapi, jangan biarkan mereka bertahta di hati
Mulailah dengan membuka pintu maaf
Walaupun sulit terucap di bibir, ucapkanlah di dalam hati
Mereka akan berlalu dan damai sejahtera akan datang dan tinggal diam
Percayalah, keadilan akan datang di kemudian hari
Mata Tuhan tidak pernah terpejam dan telingaNya tidak pernah tertutup
Karena itu, teguhkan dan kuatkanlah hatimu

Ketika ada masalah
Hadapi dengan kekuatan dan kemampuan yang kau miliki
Berserahlah kepada Tuhan, karena Ia adalah penolongmu
Jangan pernah menganggap Tuhan berdiam diri
Ketika engkau tengah berusaha, Dia sedang melihatmu, memperhatikanmu
Maka, ketika engkau sudah tidak sanggup lagi, Ia akan memberikan jalan keluar bagimu
Hanya jika engkau berserah padaNya dan membiarkan Dia bekerja bebas di dalam kamu


Tentang SPG nih...

Aku ada cerita tentang SPG yang kurang ajar. Baru aja tadi ngobrol sama temenku yang jauh di seberang lautan, jadi terinspirasi deh ...
Waktu itu, kira-kira menjelang lebaran tahun lalu, aku menemani temenku belanja di Mal Kelapa Gading. Ceritanya, adiknya mau menikah dan ia hendak membelikan pakaian untuk keponakannya laki-laki. Jadi, mulailah kita mencari-cari pakaian apa yang cocok untuk keponakannya yang baru berusia 1-2 tahun itu.
Sampai suatu tempat, aku melihat jas kecil yang lucu banget, ukurannya mini gitu dech. Yach, namanya juga buat anak kecil, pasti mini lah ukurannya.
Kebetulan temenku tidak jauh dari tempat aku menemukan pakaian itu, langsung aja aku panggil temenku sambil menunjukkan pakaian itu. Aku cuma bilang "Lucu yach..." Eh, tiba-tiba, datang dari belakang aku seorang SPG yang langsung berkata begini : "Itu harganya 750 ribu mbak".
Anjrit!! Bukan karena hargnya loh,..emang kira temen gue kagak mampu apa beli baju harga segitu. Cuma, yang aku sayangkan adalah tindakan SPG itu. Gak tahu etika amat sih, orang jugabelum ngapa-ngapain udah under estimate orang aja. Mentang-mentang (ini bahasa betawi yah?!...Hehehe enggak tahu bahasa EYD-nya nih), kita ke sana cuma pakai celana pendek sendal jepit, jangan sembarangan dong menilai orang. Duh, coba yah...(terpaksa harus menyebutkan Dept. Store nya nih, itu tuh yg dari Jepang), coba untuk mendidik SPG-nya dengan baik, atau mungkin SPG nya yang ngaco nih? Untung aja suasana hatiku sedang baik saat itu, kalau tidak sudah aku adukan ke Store Managernya.
TRus, temenku juga cerita, ternyata cicinya itu pernah juga pas lagi belanja di daerah Sarinah lagi lihat-lihat parfum, trus langsung di celetukin sama SPG nya: "Yang itu agak mahal loh mbak" Ya ampun......coba yah, mungkinkah para SPG ini yang membuat penjualan di Dept.Store menurun sehingga orang lebih milih untuk belanja di M2? Yah, gimana enggak, kita mo belanja di Mal dengan suasana yang nyaman malahan bertemu dengan orang-orang yang tidak nyaman yang tidak lain adalah tuan rumah? Hmm.....mungkin M2 masih menjadi pilihan yang lebih menarik? Terserah dehh...bukan maksud promosi, karena aku jarang belanja juga sih, tapi agak nyebelin juga kalo pas belanja ketemu hal-hal seperti itu.

Cheers,
-V-

Belajarku...

Aku belajar untuk tidak marah, ketika seorang yang tidak di kenal menginjak kakiku.
Ah, maklumi saja, maklum bis ini sangat sesak, mungkin ia terdorong oleh orang lain

Aku belajar untuk tidak kecewa, ketika apa yang aku harapkan ternyata tidak menjadi kenyataan.
Ah, mungkin Tuhan ingin aku berharap lebih lagi pada-Nya

Aku belajar untuk memaafkan, ketika ada seorang yang menyakiti hatiku
Oleh karena Tuhan mengajarkanku untuk memaafkan 70 x 70 dalam sehari

Aku belajar untuk tidak melakukan pembalasan kepada mereka yang telah melukai aku
Karena pembalasan adalah bagian Tuhan

Aku belajar untuk setia dalam hal perpuluhan
Karena Tuhan telah mengikrarkan janjiNya dan karena berkatku adalah dari padaNya

Aku belajar untuk tidak larut dalam kesedihan dan air mata, ketika ada hal yang mendukakan hatiku
Karena Tuhan akan menggantikan setiap air mataku dengan tari-tarian

Aku belajar untuk tidak patah semangat ketika aku gagal
Karena semangat yang patah akan mengeringkan tulang, membuat kita tidak mau melakukan apapun juga
Dan kegagalan adalah awal dari suatu keberhasilan



January 12, 2009

Kesendirian Hidup

Tertawalah, maka dunia akan tertawa bersamamu
Menagislah, maka kau akan menangis sendiri
karena dunia tua nan sedih,
harus meminjmkan kegembiraannya.
Tetapi, dalam setiap kesuliatan,
terdapat sukacita tersendiri

Menyanyilah, maka bukit-bukit akan bergema,
Mengeluhlah, maka keluhanmu akan menghilang,
bergema memantulkan suara yang penuh kegembiraan,
yang menutupi suara kedukaan

Bersukacitalah, maka semua orang akan mencarimu
Berdukalah, maka mereka akan membalikkan tubuh dan berlalu
Mereka menginginkan kegembiraanmu,
tetapi mereka tidak memerlukan penderitaanmu

Bergembiralah, dan lihatlah betapa banyak temanmu
Bersedihlah, maka mereka semua akan menjauhimu
Tiada yang menampik anggur manis lezatmu
tetapi kau sendiri yang harus meminum cairan empedu

Berpestalah, maka balai-balaimu akan penuh sesak
Berpuasalah, maka dunia akan menjauhimu
Jadilah berhasil dan berdermalah untuk membantu hidupmu di dunia,
tetapi ingatlah bahwa tidak ada orang yang membantumu saat engkau menutup mata

Ada ruang di balai-balai kenikmatan,
untuk kelompok orang kaya dan berkuasa
Tetapi, satu demi satu dari kita harus berbaris
melalui gang-gang sempit kepedihan yang menyakitkan

By: Ella Wheeler Wilcox