Tidak ada yang berbeda, semuanya tampak sama, kecuali kali ini saya pergi ke Universal Studio Singapore, yang baru di buka awal tahun 2010 dan nonton pagelaran sirkus Voyage de Lavie.
Harga tiket USS kami beli seharga SGD 60 di salah satu travel di Jakarta (kalau beli langsung di USS, harga normalnya SGD 66)
Harga tiket nonton Voyage de Lavie, juga kami beli dari Jakarta seharga SGD 109, juga lebih murah dari harga normal (lupa euy harga normalnya, soalnya ada banyak kelas :p )
Tanggal 21 malam, tiba di Singapura sore hari, malamnya langsung berangkat nonton sirkus Voyage de Lavie. Lumayan, dapet di tengah baris ke 4 dari bangku terdepan. Menariknya lagi, kami ketemu presenter Sarah Sechan yang ikutan nonton dan duduknya cuma beda 1 baris dari tempat kami duduk. Tadinya mo minta poto bareng, tapi rasanya tidak leluasa mengingat Sarah datang bersama suami dan anaknya ^^
Acara awal di awali dengan sandiwara sulap oleh beberapa orang bule, menariknya lagi mereka tidak hanya diam di atas panggung tapi ikut masuk ke dalam barisan penonton dan mengajak peonton ikut berinteraksi secara langsung.
Yang di lakukan adalah sulap standar, seperti mengeluarkan barang-barang yang ada dalam sebuah topi.
Kemudian, di lanjutkan dengan nyanyian dan tarian yang menurut saya pribadi sangat menarik, di iringi dancer yang cantik dan lincah bergoyang dan berayun di tiang-tiang yang tinggi, sampai akhirnya muncul seorang anak laki-laki yang tubuhnya sangat lentur, kemudian muncul magician yang mempergakan tubuh yang terbelah dua, penari yang bisa berayun di ketinggian hampir 10 meter, yang meloncat kesana kemari. Tetap di iringi dengan nyanyian dan tarian yang selalu menjadi bagian dari acara ini.
So far, menurut penilaian saya pribadi, cukup bagus. Untuk ticket seharga SGD 109, OK lah. Tapi, tenang dulu, buat yang mau nonton ada kok tiket yang lebih murah, tinggal pilih mau duduk paling depan atau belakang.
Hari ke-2, tanggal 22 Oktober perjalanan dilanjutkan kembali ke Sentosa island, kali ini menuju Universal Studi Singapore. Dengan tiket seharga SGD 60, kami dapat voucher meal SGD 5 dan voucher souvenir SGD 5. Yah, lumayan lah..hitung-hitung tiketnya berarti SGD 50. Kalau di hitung rupiah sekitar Rp. 430.000. Hm..mahal juga yah, apalagi banyak yang bilang USS itu lebih kecil daripada Dunia Fantasi.
Masuk pintu gerbang, di sepanjang jalan kiri dan kanan terdapat banyak bangunan untuk sekadar kita berfoto-foto atau membeli souvenir. Atau kalau lagi beruntung bisa ketemu tokoh-tokoh USS yang bisa di ajak pose bersama.
Bicara wahana permainan, memang jika di bandingkan dengan Dunia Fantasi, jujur lebih banyak Dufan ^^
Untuk atraksi panggung yang saya tonton hanya monster rock dan water world, jujur saya lebih suka Disneyland (sejauh ini yg baru saya datangi adalah Disneyland Hongkong), ada juga pertunjukan 4D yang menurut saya juga lebih bagus Disneyland :p
Yang saya suka di USS adalah bangunan-bangunannya yang sangat menarik seperti lagi di Amerika sana, tapi untuk lahannya..yah memang tidak seluas Dufan & Disneyland. Masuk jam 10.00, jam 17.00 saya sudah bosan banget, langsung keluar dari tempat tersebut, di karenakan sudah muter 3x !
Oya, yang enaknya sih di USS ini kita ga bakal kehausan, karena ada air minum yang bisa kita ambil secara gratis.
Keluar dr USS saya main-main ke Imbiah dan Siloso beach. Hehe, baru pertama kali ke Siloso, duh...biasa banget yah ternyata pantainya. Sepi dan terkesan gak alami :p
Lanjut lagi masuk ke dalam casino. Besar banget tempatnya. Untuk foreign & local tempat mainnya di pisah. Trus kayaknya banyak deh orang Indo dan orang Cina yang main di sana, orang India agak sedikit. Sayang banget deh di pikir-pikir kenapa Indo tidak melegalkan kasino. Kan, lumayan juga bisa nambah devisa dan membuka lapangan pekerjaan. Oya, saya masuk ke sana cuma buat nyobain orange juice dan milo nya secara gratis. Hehehe...
Hari ke-3 tanggal 23 Oktober jalan ke Bugis dan terdampar di sana karena hujan deras, lalu setelah reda kami lanjutkan perjalanan ke Orchard
Hari ke-4 tanggal 24 Oktober jalan ke Mustafa. Nah ini baru pertama kalinya saya ke Mustafa. Tadinya saya kira Mustafa ini adalah pasar malam-nya Singapura yang buka 24 jam. Eh, ternyata itu adalah sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar. Apa aja di jual di sana layaknya supermarket. Tapi, ada yang beda, mereka juga menjual perhiasan, jam tangan, parfum, kosmetik, obat-obatan, pakaian, tas, mainan, pokoknya semuanya ada di sana. Hebat!!
Pulang dari Mustafa, balik ke hotel (kebetulan jarak hotel ke Mustafa center tidak jauh), beres-beres barang lalu ke China town dan ke Marina bay melihat-lihat patung singa. Trus mampir sebentar ke Lau pa sat yang saya kira adalah pasar malam, eh ternyata cuma food court yang segede-gede gaban :D
Hari ke-5, time to go home.........bye bye Singapore. Pingin pergi lagi,...belum puas ngiterin Bugis, China town, dan Mustafa. Trus belum ke Clark Quay :p
