January 31, 2009

Sesuatu tidak kelihatan sebagaimana adanya

Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya.
Keluarga itu
sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya.

Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.
Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yg lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak.
Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.
Ketika malaikat yg lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu, malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah. Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai, petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.

Ketika matahari terbit keesokan harinya, malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.

Malaikat yg lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yg lebih tua, "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yg pertama memiliki segalanya, tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yg retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?"

Malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."


"Ketika kita bermalam di basement, aku melihat ada emas tersimpan di lubang dlm dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya, aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu."

"Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya. Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."

Kadang2 itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi.

Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita.

Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba.



January 13, 2009

Smilee

Sedikit corat-coret niech....
Have a nice reading :)

Tersenyum seperti orang yang sedang jatuh cinta,
walaupun hati bermandikan air mata

Tertawa seperti orang yang lagi mendengar cerita yang sangat lucu,
walaupun hati tengah terhujam panah

Bersorak seperti orang yang dapat hadiah undian,
walaupun masalah menari-nari di depanmu

Ketika sedang bersedih, menangislah
Tapi, jangan sampai terlena dengan air mata
Jangan sampai terus terkungkung dalam kesedihan
Menangis sewajarnya, bersedih sewajarnya
Percayalah, bahwa kebahagiaan dan sukacita sedang menunggu
Karena di mana ada kesedihan di situ pasti ada kebahagiaan

Ketika sedang sakit hati
Marah, kesal dan benci mulai berdiam di hati
Stop! Jangan berikan tempat yang nyaman buat mereka
Boleh marah, boleh kesal, boleh benci
Tapi, jangan biarkan mereka bertahta di hati
Mulailah dengan membuka pintu maaf
Walaupun sulit terucap di bibir, ucapkanlah di dalam hati
Mereka akan berlalu dan damai sejahtera akan datang dan tinggal diam
Percayalah, keadilan akan datang di kemudian hari
Mata Tuhan tidak pernah terpejam dan telingaNya tidak pernah tertutup
Karena itu, teguhkan dan kuatkanlah hatimu

Ketika ada masalah
Hadapi dengan kekuatan dan kemampuan yang kau miliki
Berserahlah kepada Tuhan, karena Ia adalah penolongmu
Jangan pernah menganggap Tuhan berdiam diri
Ketika engkau tengah berusaha, Dia sedang melihatmu, memperhatikanmu
Maka, ketika engkau sudah tidak sanggup lagi, Ia akan memberikan jalan keluar bagimu
Hanya jika engkau berserah padaNya dan membiarkan Dia bekerja bebas di dalam kamu


Tentang SPG nih...

Aku ada cerita tentang SPG yang kurang ajar. Baru aja tadi ngobrol sama temenku yang jauh di seberang lautan, jadi terinspirasi deh ...
Waktu itu, kira-kira menjelang lebaran tahun lalu, aku menemani temenku belanja di Mal Kelapa Gading. Ceritanya, adiknya mau menikah dan ia hendak membelikan pakaian untuk keponakannya laki-laki. Jadi, mulailah kita mencari-cari pakaian apa yang cocok untuk keponakannya yang baru berusia 1-2 tahun itu.
Sampai suatu tempat, aku melihat jas kecil yang lucu banget, ukurannya mini gitu dech. Yach, namanya juga buat anak kecil, pasti mini lah ukurannya.
Kebetulan temenku tidak jauh dari tempat aku menemukan pakaian itu, langsung aja aku panggil temenku sambil menunjukkan pakaian itu. Aku cuma bilang "Lucu yach..." Eh, tiba-tiba, datang dari belakang aku seorang SPG yang langsung berkata begini : "Itu harganya 750 ribu mbak".
Anjrit!! Bukan karena hargnya loh,..emang kira temen gue kagak mampu apa beli baju harga segitu. Cuma, yang aku sayangkan adalah tindakan SPG itu. Gak tahu etika amat sih, orang jugabelum ngapa-ngapain udah under estimate orang aja. Mentang-mentang (ini bahasa betawi yah?!...Hehehe enggak tahu bahasa EYD-nya nih), kita ke sana cuma pakai celana pendek sendal jepit, jangan sembarangan dong menilai orang. Duh, coba yah...(terpaksa harus menyebutkan Dept. Store nya nih, itu tuh yg dari Jepang), coba untuk mendidik SPG-nya dengan baik, atau mungkin SPG nya yang ngaco nih? Untung aja suasana hatiku sedang baik saat itu, kalau tidak sudah aku adukan ke Store Managernya.
TRus, temenku juga cerita, ternyata cicinya itu pernah juga pas lagi belanja di daerah Sarinah lagi lihat-lihat parfum, trus langsung di celetukin sama SPG nya: "Yang itu agak mahal loh mbak" Ya ampun......coba yah, mungkinkah para SPG ini yang membuat penjualan di Dept.Store menurun sehingga orang lebih milih untuk belanja di M2? Yah, gimana enggak, kita mo belanja di Mal dengan suasana yang nyaman malahan bertemu dengan orang-orang yang tidak nyaman yang tidak lain adalah tuan rumah? Hmm.....mungkin M2 masih menjadi pilihan yang lebih menarik? Terserah dehh...bukan maksud promosi, karena aku jarang belanja juga sih, tapi agak nyebelin juga kalo pas belanja ketemu hal-hal seperti itu.

Cheers,
-V-

Belajarku...

Aku belajar untuk tidak marah, ketika seorang yang tidak di kenal menginjak kakiku.
Ah, maklumi saja, maklum bis ini sangat sesak, mungkin ia terdorong oleh orang lain

Aku belajar untuk tidak kecewa, ketika apa yang aku harapkan ternyata tidak menjadi kenyataan.
Ah, mungkin Tuhan ingin aku berharap lebih lagi pada-Nya

Aku belajar untuk memaafkan, ketika ada seorang yang menyakiti hatiku
Oleh karena Tuhan mengajarkanku untuk memaafkan 70 x 70 dalam sehari

Aku belajar untuk tidak melakukan pembalasan kepada mereka yang telah melukai aku
Karena pembalasan adalah bagian Tuhan

Aku belajar untuk setia dalam hal perpuluhan
Karena Tuhan telah mengikrarkan janjiNya dan karena berkatku adalah dari padaNya

Aku belajar untuk tidak larut dalam kesedihan dan air mata, ketika ada hal yang mendukakan hatiku
Karena Tuhan akan menggantikan setiap air mataku dengan tari-tarian

Aku belajar untuk tidak patah semangat ketika aku gagal
Karena semangat yang patah akan mengeringkan tulang, membuat kita tidak mau melakukan apapun juga
Dan kegagalan adalah awal dari suatu keberhasilan



January 12, 2009

Kesendirian Hidup

Tertawalah, maka dunia akan tertawa bersamamu
Menagislah, maka kau akan menangis sendiri
karena dunia tua nan sedih,
harus meminjmkan kegembiraannya.
Tetapi, dalam setiap kesuliatan,
terdapat sukacita tersendiri

Menyanyilah, maka bukit-bukit akan bergema,
Mengeluhlah, maka keluhanmu akan menghilang,
bergema memantulkan suara yang penuh kegembiraan,
yang menutupi suara kedukaan

Bersukacitalah, maka semua orang akan mencarimu
Berdukalah, maka mereka akan membalikkan tubuh dan berlalu
Mereka menginginkan kegembiraanmu,
tetapi mereka tidak memerlukan penderitaanmu

Bergembiralah, dan lihatlah betapa banyak temanmu
Bersedihlah, maka mereka semua akan menjauhimu
Tiada yang menampik anggur manis lezatmu
tetapi kau sendiri yang harus meminum cairan empedu

Berpestalah, maka balai-balaimu akan penuh sesak
Berpuasalah, maka dunia akan menjauhimu
Jadilah berhasil dan berdermalah untuk membantu hidupmu di dunia,
tetapi ingatlah bahwa tidak ada orang yang membantumu saat engkau menutup mata

Ada ruang di balai-balai kenikmatan,
untuk kelompok orang kaya dan berkuasa
Tetapi, satu demi satu dari kita harus berbaris
melalui gang-gang sempit kepedihan yang menyakitkan

By: Ella Wheeler Wilcox

January 04, 2009

Shoe Story

It taken fr my prev blog......Enjoy it!!

Suatu kali aku dan temanku ngobrol di salah satu coffe shop. Ceritanya kita lg ngomongin soal pencarian pasangan gitu deh. Nah, dia tanya soal pendapatku mengenai pasangan. Aku bilang, seperti memilih sebuah sepatu. Kenapa ya? Kenapa, memilih pasangan itu seperti memilih sebuah sepatu? Aku juga heran, tapi saat itu kalimat "sepatu" itu muncul gitu aja di pikiranku. Malah aku bisa menjelaskannya pula, entah darimana asalnya pemikiran itu.

Jadi, memilih pasangan itu seperti melihat sepatu yang akan kita pakai, tentunya harus nyaman dong...Iya ga? Terus, selain nyaman, kita juga harus suka sama modelnya. iya ga sih? Apalagi cewek, hmm..liat barang lucu dikit, langsung komentar "Ih...lucu banget!!" Terus, harganya! Kalo bisa nih, dapet barang yang bagus, yang di suka, dan harganya murah! Yah kalo soal harga sih, tiap-tiap orang punya penilaian sendiri sih, cuma yah...siapa sih yang mau bayar mahal, kalau ada yg lebih murah dengan kualitas yg lebih kurang sama. Nah, demikian juga kalau mau beli sesuatu. Kalau sepatunya bagus, harganya cocok, tapi enggak nyaman di pakai, apa kamu mau membelinya? Kalau aku sih enggak mau. Untuk apa? Mungkin kamu cuma suka wajahnya, penampilannya, body nya? Udah oke lah, sama-sama suka pula..(harganya cocok dehhh), tapi ternyata setelah melewati masa pertemanan, ada hal-hal yang membuat kamu tidak nyaman. So, untuk apa kemudian kamu membelinya. Bilang "deal" untuk sesuatu yang kamu tahu itu tidak nyaman. Itu sih sama aja dengan nyiksa diri.

Yang kedua, sepatunya sih oke, nyaman di pakai, tapi harganya mahal banget! Yah, enggak bisa di beli dong?? Ya udah, kumpulin duit aja dulu, baru deh beli. Hm, udah keburu di beli orang dong...Nah, ini sama juga deh, kamu kenal sama dia, mungkin jg deket sama dia, trus kebetulan nih, kamu suka banget sama dia, pokoknya kriteria kamu banget dehhh, tapi sayangnya dia gak suka sama kamu. Dia cuma anggap kamu temen, padahal kamu mau "membeli" dia, tapi kamu enggak mampu. Mungkin kamu akan mengerahkan segala daya dan upaya kamu untuk meraih hatinya, tapi..emang dasar dia cuma anggap temen, yah mau gimana lagi?
Berikutnya, sepatu nyaman, harga oke, tapi kamu gak suka sama modelnya. Gimana dong? Tetep mau beli, atau....cari yg modelnya kamu suka aja? Kalo yang ini mungkin semua udah pada ngerti yah. iya...kamu nyaman kalo ngobrol sama dia, cocok temenan sama dia, dan sepertinya dia punya respon yang baik sama kamu, dan kalian punya kesempatan untuk pertemanan yang lebih dalam lagi. Tapi, dia bukan tipe kamu. Kalau sampai kalian bareng, "apa kata dunia" ? Mungkin itu yang ada di dalam pikiran kamu. Tapi, sekali lagi itu pilihan. Soalnya kamu perlu sepatu untuk melindungi kaki kamu, supaya saat kamu jalan di atas aspal, kaki mu enggak kepanasan, enggak kotor. Kamu perlu sepatu yang nyaman atau yang bagus untuk menghadiri pesta pernikahan temanmu? Atau kamu hanya perlu sepatu yang biasa saja, yang penting kamu bisa berjalan dengan nyaman dan kakimu bisa terlindung dari panas. Yang penting, kamu punya sepatu, daripada enggak punya sama sekali! Atau, lebih baik kamu bersandal ria dulu deh, sampai kamu bisa ketemu sepatu yang "pas".
Ya,itu semua adalah pilihan. Ketika akhirnya kamu tidak memilih apapun, itu juga merupakan suatu pilihan.

It's new year 2009

Tanpa terasa tahun 2008 sudah lewat dan sekarang datang tahun 2009. Kira-kira apa sih yang sudah kita lakukan di tahun lalu? Trus, tahun ini kita mau melakukan apa? Aku sering lihat acara di televisi yang mempertanyakan begini : " Resolusi apa yang mau kamu lakukan di tahun 2009?" Hmmm, resolusi apa yah? Pasti kebanyakan orang bilangnya gini " Pokoknya tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin" Ahh...itu mah udah pasti. Nah, baru aja tadi aku nonton di Metro TV acaranya bapak motivator kita, Mario Teguh. Walau cuma nonton pas ending-nya aja, tapi ada hal yang sangat menarik. Kesimpulannya yang aku tangkap begini: Kita harus berani melakukan hal yang tidak bisa kita lakukan. Kalau melakukan hal yang bisa kita lakukan, itu biasa. Jadi, apa sih yang tidak bisa kita lakukan saat ini? Mulailah berani untuk melakukan hal itu. Bener juga sih, kalo kita udah bisa mengerjakan hal ini , harus berani mengerjakan hal yang lain, trus experience kita jadi bertambah deh. Trus, kemarin baru aja aku ketemu satu temen baru. Dia berecerita bagaimana perjalanan karir dia, mulai dari lulus kuliah sampai pada posisi saat ini. Wah, jujur aku jadi terinspirasi, walaupun ada hal-hal yang menurut aku tidak bisa di samakan,karena background bidang pekerjaan aku dan dia yang sangat berbeda. Aku yakin dan percaya, walaupun kita sedang mengalami krisis ekonomi global, anak Tuhan akan tetap kuat dan tidak akan pernah kekurangan kasih karunia. Jadi, yuks kita mulai pikirkan dan rencanakan apa resolusi kita di tahun 2009 ini. Bukan hanya pekerjaan saja, bisa juga keluarga, pendidikan/keterampilan, mimpi atau cita-cita yang tertunda, dan mulai lakukan perubahan. Jia you...jia you...