March 11, 2010

Mencari pasangan ?

Perlukah kita mencari pasangan? Biarlah di jawab dalam hati saja.
Hari ini baru saja membaca artikel di jawaban.com, tentang gadis dispenser. Ini merupakan cerita pengalaman seorang pria dalam pergumulannya mencari seorang pendamping hidup, yang akhirnya menginspirasi saya untuk membuat artikel ini. ^_^

Kutipan cerita pria itu adalah seperti ini:
"Beberapa tahun lalu, ketika saya sedang putus asa mencari ar, maksudnya mencari istri, saya membaca sebuah kisah tentang Abraham yang mengutus pembantunya pergi untuk mencarikan anaknya seorang istri. Pembantu Abraham pergi ke sebuah sumur, tempat wanita-wanita setempat biasa mengambil air setiap hari. Disana dia mulai berdoa. Dalam doanya dia meminta agar bertemu dengan seorang wanita yang mau memberi dia dan unta-untanyanya minum. Jika ada, maka pastilah ia wanita yang tepat. Belum selesai doanya, datanglah Ribka, menawarkan air untuknya. Benar-benar wanita sempurna yang memenuhi kategori dalam doanya,. Maka jadilah Ribka sebagai istri Ishak, anak Abraham. Kisah itu membuat saya berpikir selama beberapa waktu, mungkin tidak ya, kisah itu terjadi dalam hidup saya......." (baca selengkapnya di http://www.jawaban.com/news/relationship/detail.php?id_news=070704193456)

Singkat cerita, akhirnya ia mengalami peristiwa yah boleh di katakan mirip dengan cerita Abraham yang tengah mencarikan istri untuk Ishak anaknya, hanya bedanya pria ini menemukan sendiri jodohnya dengan perantara dispenser. Gara-gara kehausan dan sang gadis membantunya mengambilkan air minum dari sebuah dispenser, jadilah akhirnya mereka sekarangmenjadi sepasang suami istri. Menarik yah?

Kenapa berpasangan? Karena dari awal, Tuhan sudah menciptakan kita berpasangan. Waktu Tuhan menciptakan Adam, Ia melihat bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:18), akhirnya Tuhan membentuk segala binatang hutan dan segala burung di udara dan memperlihatkan kepada manusia itu untuk menamai mereka, namun manusia itu melihat tidak ada yang sepadan dengannya (Kej 2:19-20)
Nah,.....berarti jelas dong, kalau manusia itu tidaklah sepadan dengan hewan. Jadi, kalau ada kejadian-kejadian aneh seperti ada manusia yang berhubungan dengan hewan, hmm..........rendah sekali manusia itu, karena ia telah mensejajarkan dirinya dengan hewan.

Karena itu pada saat manusia itu tidur, Tuhan mengambil rusuk manusia itu dan dari rusuk yang di ambil TUHAN Allah dari manusia itu, di bangunNya lah seorang perempuan lalu di bawaNya kepada manusia itu . Lalu berkatalah manusia itu: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku, ia akan di namai perempuan sebab ia di ambil dari laki-laki (Kej 21-23)
Lihatlah bagaimana Tuhan menciptakan seorang perempuan, kenapa saat manusia itu tertidur? Kenapa tidak pada saat si manusia itu dalam keadaan sadar? Saya percaya, saat Tuhan menciptakan perempuan, Ia membutuhkan konsentrasi khusus. Mungkin inilah jawabannya kenapa sih seorang perempuan itu begitu perasa, tapi bisa juga bersikap tegas dan berani? Karena Tuhan menciptakan dari tulang rusuk laki-laki dan dengan waktu yang khusus
, itulah mengapa ia di namai perempuan.

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya , sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24)
Sedari awal ternyata Tuhan telah merancang setiap dari kita untuk berpasangan. Yaitu laki-laki dan perempuan untuk bersatu menjadi satu daging.

Jadi, perlukah mencari pasangan hidup dan menikah? Banyak pria yang gencar melakukan pendekatan ke wanita, kalau bisa semua yang dia kenal di deketin, haha....ada juga wanita yang di suka sama pria eh tapi wanitanya gak suka, tapi sebenarnya udah di kejar date line-nih, kalo kata orang..."udah jatuh tempo", hahaha.... Nah loh? Gimana dong, apa terima aja?

Jadi, perlukah ?? Atau hanya 'merasa' perlu ? Atau 'terpaksa' perlu?